Bank Indonesia Prediksi Tahun Ini Keuangan Indonesia Lebih Membaik

Share:
 Suku bunga dipandang akan lebih stabil pada tahun 2018 ini. Bank Indonesia (BI) pun diprediksi tidak akan kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-RR) dan semakin optimis dengan prospek pertumbuhan global maupun domestik.



Ekonom Bloomberg Intelligence, Tamara Mast Henderson menyatakan, bank sentral dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Januari 2018 lalu memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Dengan demikian, saat ini suku bunga acuan tetap pada posisi 4,25 persen.

"BI juga akan melonggarkan aturan persyaratan pencadangan pada bulan Juli dan Oktober tahun ini. Hal ini dinilai dapat mendorong pinjaman dan memperbaiki komunikasi arah  kebijakan moneter," kata Henderson dalam laporannya, Jumat (2/2/2018).

Dengan kebijakan persyaratan cadangan baru, bank akan lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas dan mampu meningkatkan intermediasi keuangan.

Berlaku pada tanggal 16 Juli 2018, syarat giro wajib minimum bank umum dengan kepemilikan rupiah akan diturunkan dari 5 persen ke 4,5 persen.

"Pada saat yang sama, persyaratan cadangan rata-rata untuk periode dua minggu akan dinaikkan menjadi 2 persen dari 1,5 persen. Dari 1 Oktober, kepemilikan valuta asing dan bank syariah akan ditambahkan ke skema persyaratan cadangan rata-rata," jelas Henderson.

Secara umum, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkat ke posisi 5,1-5,5 persen pada tahun 2018. Inflasi juga masih berada pada rentang  target yang ditetapkan, yaitu 2,5-4,5 persen pada tahun ini dari sebelumnya 3-5 persen di tahun 2017

Tidak ada komentar